Tentang Kami

Jaringan Tata Kelola Kehutanan (The Governance of Forest Initiative) merupakan koalisi masyarakat sipil tingkat global negara-negara berhutan tropis seperti Brazil, Kamerun dan Indonesia. Indonesia sebagai Negara dengan luas tutupan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Republik Kongo, memiliki peran besar dalam kancah global baik dari segi ekonomis maupun lingkungan sebagai paru-paru dunia.

Tekanan akan sorotan dunia terhadap masalah kehutanan dan kebutuhan yang diawali oleh komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi melalui pencegahan deforestrasi dan degadasi semakin mempertegas urgensi untuk dilakukannya pembedahan yang lebih mendalam pada proses tata kelola hutan Indonesia. Atas berbagai pertimbangan tersebut, maka dibuatlah penilaian berbasis indikator yang pertama kali diperkenalkan oleh World Resources initiatives ( WRI ) dan telah dipergunakan di Indonesia untuk melakukan penilaian tata kelola bidang lingkungan hidup pada tahun 2001-2007, juga energy / electricity governance pada 2005, hingga saat ini penilaian berbasis indikator tersebut di aplikasikan untuk melakukan penilaian pada sektor kehutanan.

Aplikasi penilaian tata kelola kehutanan dengan menggunakan indikator di Indonesia memerlukan beberapa penyesuaian. Karena faktor kondisi kehutanan dan politik Indonesia yang memiliki spesifikasi khusus. Untuk dapat melakukan kontekstualisasi terhadap berbagai indikator penilaian dengan kondisi karakteristik kehutanan di Indonesia, terbentuk suatu Jaringan Tata Kelola Kehutanan Indonesia yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil yang memiliki perhatian di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Jaringan tersebut terdiri dari ICEL, HuMA, FWI, Telapak dan Sekala, dimana anggota jaringan masyarakat sipil ini merupakan bagian dari jaringan di tingkat Internasional. Jaringan ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang memiliki perhatian di sektor kehutanan dan tata kelola kehutanan.

Jaringan ini menjadi elemen yang mengelola pelaksanaan penilaian dan penyusunan indikator penilaian. Saat ini jaringan juga sedang mengupayakan untuk bekerjasama dengan Dewan Kehutanan Nasional dan berbagai inisiatif lain yang memiliki inisiatif terkait tata kelola kehutanan di Indonesia.

Penilaian dengan menggunakan indikator tata kelola ini tidak diharapkan untuk menjadi sebuah alat pembanding antara satu negara dengan negara lainnya, atau satu daerah dengan daerah lainnya (index perbandingan). Tapi lebih diarahkan untuk menjadi suatu alat analisa celah (gap analysis) dengan menggunakan indikator sebagai pisau analisis atas kondisi tata kelola kehutanan yang ada di Indonesia. Hasilnya merupakan sebuah potret jelas mengenai apa prioritas perbaikan yang perlu dilakukan untuk perbaikan tata kelola kehutanan di Indonesia. Sehingga jaringan ini tidak hanya akan melakukan sebuah riset dan penilaian semata, tapi juga untuk menyuarakan riset tersebut ke dalam sebuah aksi nyata untuk perubahan menuju tata kelola kehutanan Indonesia yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s