Cara Membaca Indikator

Penelitian dengan menggunakan indikator kerapkali menimbulkan beberapa pertanyaan, seperti bagaimana menggunakan indikator yang telah di susun dalam melakukan penilaian. Selain itu apa alasan di belakang sebuah indikator di tetapkan juga sering menjadi pertanyaan. Kami mencoba menghimpun beberapa pertanyaan yang kerap muncul dalam beberapa diskusi mengenai penelitan berbasis indikator. Berikut ini merupakan kumpulan dari pertanyaan yang paling sering muncul terkait dengan indikator yang ada. Kami menyadari bahwa tidak mungkin semua penjelasan di bawah ini dapat menjawab semua pertanyaan, oleh karena itu, apabila masih terdapat pertanyaan mengenai indikator maupun penelitian ini secara umum silahkan kontak kami atau tuliskan komentar di bawah.

Tanya : Bagaimana membaca tabel indikator ini?

Jawab : Dalam penilaian tata kelola kehutanan ini, digunakan 4 tema utama dalam penilaiannya. Karena yang ingin didapatkan adalah suatu penggambaran lengkap dan komprehensif atas kondisi tantangan mendasar sektor kehutanan dari “hulu ke hilir”. Semua dimulai dengan tenurialperencanaan lahan/hutanmanajemen hutan, dan aspek pendapatan kehutanan. Dari keempat tema tersebut masing-masing diukur menggunakan 4 prinsip dasar yang sama, yaitu 1) transparansi, 2) inklusifitas / partisipasi, 3) akuntabilitas, dan 4) koordinasi.  Penilaian mencakup aspek “hukum”, “aktor” dan “praktek / implementasi”.

Hukum: akan menilai keberadaan maupun kualitas suatu peraturan perundangan yang berlaku terkait jaminan hukum yang mengatur mengenai transparansi, inklusifitas/partisipasi, akuntabilitas dan kordinasi di sektor kehutanan. Penilaian atas hukum dibagi menjadi hukum umum dan khusus.

Hukum umum dimaksudkan sebagai pengukur suatu kerangka hukum dasar di dalam mengatur sektor kehutanan (mis: konstitusi, UU Kehutanan, UU Lingkungan Hidup, dll). Sedangkan Rules, menilai dengan lebih terperinci aturan-aturan hukum dan kebijakan (peraturan perundang-undangan dan kebijakan) yang tingkatannya lebih rendah (mis: Peraturan Pemerintah, Instruksi Presiden, Keputusan Menteri, Aturan Tata Laksana, dll).

Aktor: akan menilai bagaimana upaya dan dampak dari aturan hukum yang sudah tersedia dapat dilaksanakan, berpengaruh positif kepada masyarakat dan insntasi pemerintah. Karena aktor seharusnya bertindak atas dasar aturan hukum. Sehingga perubahan perilaku atau status quo dari suatu kondisi dinilai dalam konteks aktor.

Praktek: akan melihat bagaimana hukum dan aktor dapat bekerja sebagai sebuah sistem / mekanisme yang efektif dan mewujudkan suatu kondisi tata kelola pemerintahan yang baik di sektor kehutanan.

Tabel Kerangka Berpikir Penilaian

tabel_kerangka_berpikir_dan_penilaian

Partisipasi/Inklusifitas Akuntabilitas  Koordinasi 

Masing-masing tema (tenure, perencanaan, manajemen, dan pendapatan kehutanan) memiliki berbagai indikator yang akan menjadi patokan ukuran. Untuk mengukur dan menilai secara lebih terperinci lagi, maka penilaian akan dilakukan dengan menggunakan Prinsip, Kriteria, Indikator dan Elemen Kualitas.

Tanya: Apakah itu Prinsip, Kriteria, Indikator dan Elemen Kualitas

Jawab: Dalam melakukan penilaian tata kelola kehutanan, digunakan seperangkat prinsip, kriteria, indicator dan elemen kualitas. Gunanya adalah memberikan penilaian tata kelola kehutanan yang dilakukan memiliki ukuran yang jelas. Sehingga permasalahan dapat dijawab dengan rekomendasi konstruktif dan terukur.

Prinsip adalah: Suatu nilai dasar yang digunakan sebagai rujukan dalam melihat kondsi tata kelola pemerintahan yang baik pada sektor kehutanan. Prinsip yang tercantum merupakan ukuran untuk mencapai kondisi minimal yang bisa dikatakan sebagai implementasi atas tata kelola kehutanan yang baik.

Kriteria adalah: Penjabaran lebih lanjut mengenai sebuah prinsip, melihat lebih jauh mengenai hal-hal yang perlu dimiliki untuk mencapai sebuah prinsip tata kelola kehutanan yang baik.

Indikator adalah : Suatu kondisi yang dapat “memeriksa” factor-faktor dalam sektor kehutanan dan memiliki bobot kualitas tertentu yang apabila dipenuhi maka sektor kehutanan dapat dikatakan telah melaksanakan secara minimal tata kelola kehutanan yang baik.

Elemen Kualitas adalah :Suatu tolok ukur dari indikator yang akan menilai kualitas dari suatu indikator. Sehingga bobot dari indikator tersebut dapat diketahui dengan jelas dan terperinci. 

Contoh: Perangkat Analisa “Hukum untuk Tenurial”

tabel_hukum

Untuk menggunakan perangkat analisa tersebut, digunakan metode “triangulasi”. Metode ini melihat kepada apa yang ada secara formal di dalam dokumen (kebijakan, peraturan, prosedur, dll), kemudian di cocokan dengan pemahaman / “persepsi” dari masing-masing aktor terkait, dan terakhir di pastikan pada tingkat implementasi. Contoh tabel diatas adalah untuk melihat / “memeriksa”, apa yang ada didalam dokumen kebijakan secara formal. Sehingga yang dilakukan adalah apa yang terdapat di dalam ketentuan hukum.

Tanya: Bagaimana saya bisa mengimplementasikannya?

Jawab: Seperti dijelaskan sebelumnya, untuk menggunakan indikator ini maka para penilai harus membaca secara lengkap perangkat indikator yang tersedia. Hal ini diperlukan agar setiap penilai mendapatkan pemahaman mendasar terkait nilai yang hendak digambarkan oleh indikator. Setelah itu, penilai bisa mulai menjawab pertanyaan yang terdapat dalam elemen kualitas dan menuliskannya dalam form kerja. Setelah dijawab semua, maka penilai dapat mengirimkan hasil penilaian tersebut kepada sekretariat Jaringan Tata Kelola Hutan Indonesia melalui website www.tatakelolahutan.net ini.

Tanya: Banyak sekali indikatornya, apakah saya harus isi semua?

Jawab: Untuk melakukan penilaian secara komprehensif, melihat kepada semua indikator dan melengkapinya akan sangat ideal. Akan tetapi, setiap elemen dalam indikator dapat memberikan gambaran tersendiri atas masing-masing aspek (Hukum, Aktor, Praktek). Sehingga untuk menjawab pertanyaan ini, semuanya akan sangat tergantung kepada kebutuhan para penilai. Namun objektifitas penilaian akan bisa dikatakan valid dan terukur apabila kesemua indikator diisi secara jelas dan terperinci. Sehingga kondisi tata kelola di sektor kehutanan dapat secara jelas terlihat, dan pada akhirnya rekomendasi konkrit konstruktif juga dapat diperoleh.

Untuk melihat buku panduan mengisi indikator secara lengkap dapat diunduh di sini (Indikator Tata Kelola Kehutanan Versi 2.0 Dan Panduan Penggunaan)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s