Proses dan Hasil Penelitian Kondisi Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Ringkasan Eksekutif

Inisiatif Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Proses dan Hasil Penelitian Kondisi Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Disusun oleh:

Jaringan Masyarakat Sipil untuk Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Pengelolaan hutan di Indonesia tidak dapat dipungkiri telah menjadi sorotan berbagai pihak dari tingkat lokal, nasional hingga global. Terdapat beberapa isu krusial dan mendasar yang menjadi permasalahan pengelolaan hutan di Indonesia. Penegakan hukum yang lemah, kapasitas kelembagaan manajemen hutan pada level tapak yang lemah, tumpang tindih kebijakan hingga permasalahan tenurial yang melahirkan berbagai macam konflik multidimensi. Bappenas pada tahun 2010 melakukan konsultasi regional dan analisis terhadap permasalahan mendasar dari kehutanan Indonesia dan menghasilkan sebuah analisis tulang ikan (fishbone analysis).

Analisis tersebut menunjukan bahwa tata kelola, penataan ruang, tenurial, manajemen hutan (termasuk penegakan hukum) menjadi permasalahan mendasar dari kehutanan di Indonesia. Dimana pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi sumberdaya hutan, yang tentunya cepat atau lambat akan mengganggu pendapatan negara dari sektor Kehutanan. Analisis ini juga diakui oleh semua pihak sebagai sebuah permasalahan yang perlu  dicarikan solusinya segera. Namun dibutuhkan sebuah pisau bedah yang tajam untuk mampu menguraikan persoalan secara lebih sistematis dan mampu mendorong skala prioritas. Good Forest Governance menjadi sebuah keniscayaan untuk dapat menjawab permasalahan yang teridentifikasi di dalam analisis tersebut.

Dengan melihat kondisi ini, Jaringan Masyarakat Sipil untuk Tata Kelola Kehutaan (Governance Forest Initiative – GFI) Indonesia berinisiatif melakukan sebuah rangkaian penilaian (assesment) terhadap kondisi pengelolaan hutan di Indonesia. Penilaian didasarkan pada seperangkat indikator yang telah dikontekstualisasikan dengan kondisi dan kharakteristik kehutanan Indonesia. Penilaian tidak hanya dilakukan di Indonesia, namun juga di beberapa negara berhutan lainnya (seperti Brazil dan Cameroon) dan dikoordinasikan oleh World Resource Institute (WRI). Pada akhirnya, setelah melalui beberapa tahapan kontekstualisasi indikator (termasuk melakukan uji coba) selama kurang lebih 1,5 tahun, dihasilkan sebuah dokumen indikator tata kelola hutan sesuai dengan konteks di Indonesia. Indikator ini merupakan sebuah dokumen hidup yang akan terus diperkaya sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Karena kami menyadari bahwa kondisi geo-politik bersifat dinamis, dan begitu juga seharusnya indikator ini.

Untuk melihat proses dan hasil penelitian ini secara lengkap, dapat diunduh di sini (Proses dan Hasil Penelitian Kondisi Tata Kelola Kehutanan Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s