KASUS MESUJI, Kapolda: Polisi Sudah Diberi Sanksi

KASUS MESUJI

Kapolda: Polisi Sudah Diberi Sanksi

Bandar Lampung, Kompas – Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jenderal (Pol) Jodie Rooseto menyatakan, pihaknya telah memberikan sanksi disiplin kepada dua anggota Brimob yang menembak warga dalam bentrokan di lahan sawit PT Barat Selatan Makmur Investindo di Kabupaten Mesuji, Lampung, 10 November lalu.

”Mereka telah ditempatkan di tempat khusus (semacam sel) selama 21 hari. Sanksi lainnya, mereka juga dikenai sanksi penundaan kenaikan gaji dan pangkat,” kata Jodie menanggapi pengaduan warga Mesuji ke Komisi III DPR, Rabu (14/12).

Dalam peristiwa yang dipicu konflik lahan sawit antara warga Mesuji, Lampung, dan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) ini, seorang warga Tanjung Raya, Mesuji, tewas tertembak peluru aparat. Enam lainnya luka-luka akibat tertembak peluru tajam aparat Brimob Polda Lampung yang berjaga mengamankan aset PT BSMI.

Polisi yang diberi sanksi adalah Ajun Komisaris Wetman Hutagaol dan Ajun Inspektur Dua Dian Permana. Keduanya merupakan anggota Brimob Polda Lampung. Saat bentrok di Mesuji, keduanya bertugas mengamankan kantor PT BSMI dari aksi anarki warga.

Namun, Jodie keberatan dengan tudingan lokasi pengambilan video yang disebut-sebut sebagai tindakan kekerasan aparat terhadap warga Mesuji terjadi di Lampung. ”Itu terjadi di daerah Sungai Sodong, (Kecamatan) Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumsel. Namun entah mengapa dikait-kaitkan dengan Lampung,” ujarnya mengomentari soal munculnya video yang menayangkan kekerasan aparat Brimob di DPR, Jakarta, kemarin.

Peristiwa pada 21 April 2011 di Sodong ini juga terkait sengketa lahan sawit. Bentrok yang melibatkan aparat Brimob, Pam Swakarsa PT Sumber Wangi Alam, dan warga, menewaskan tujuh orang. Dua di antaranya warga Sodong.

Diadukan ke DPR

Kemarin, puluhan warga dari lembaga adat Megoupak, Lampung, mengadukan dugaan pembantaian yang terjadi di daerah Mesuji, Lampung, ke Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Dilaporkan sekitar 30 warga menjadi korban pembunuhan akibat sengketa lahan yang terjadi selama dua tahun terakhir.

Warga adat Megoupak tersebut didampingi Ketua Tim Advokasi Lembaga Adat Megoupak, Bob Hasan, mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal (Purn) Saurip Kadi, dan aktor Pong Harjatmo.

Bob menuturkan, konflik yang berujung pembunuhan itu terjadi begitu perusahaan perkebunan Kelapa Sawit, PY Silva Inhutani, melakukan perluasan lahan di kawasan Tulang Bawang, Mesuji, dan Sungai Sodong tahun 2007.

Warga menolak rencana perusahaan perkebunan yang dipimpin oleh seorang warga negara Malaysia itu. Warga juga menolak menanami lahan mereka dengan kelapa sawit, karena tidak biasa. Warga biasanya menanam pepohonan kayu keras, seperti albasia.

Dalam pengaduannya, warga memutar video rekaman pembantaian yang diduga dilakukan kelompok pengaman swakarsa bentukan perusahaan. Pembunuhan terhadap warga dilakukan dengan cara menembak dan kekerasan menggunakan senjata tajam.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengusulkan dibentuk tim untuk menelusuri kasus tersebut.

(JON/NTA)

Kompas, 15 Desember 2011

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/15/03100674/kapolda.polisi..sudah.diberi.sanksi

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s