MENJAGA NUSANTARA: Jalan Damai Masyarakat-Gajah

MENJAGA NUSANTARA

Jalan Damai Masyarakat-Gajah

Irma Tambunan

Semak belukar menyelimuti perkebunan sawit transmigran Desa Sekutur Jaya, Serai Serumpun, Tebo, Provinsi Jambi. Para pemiliknya meninggalkan lahan tersebut selama hampir 10 tahun. Semua tanaman terbengkalai dan menjadi belukar, bahkan sebagian pohon telah tumbang.

Kerusakan kebun sawit itu tidak lain akibat konflik masyarakat dengan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Konflik berlangsung sejak tahun 2002, tetapi selama ini tidak pernah terselesaikan.

”Kami telah berkali-kali demo ke Kantor Pemkab Tebo, tetapi para pejabat di sana tidak pernah membantu menyelesaikan konflik ini,” kata Sri Mulyono (44), petani setempat.

Kehancuran habitat

Konflik satwa liar dengan manusia berawal dengan rusaknya ruang jelajah gajah. Konflik pun berentet kepada perusakan kebun masyarakat. Pembukaan hutan menjadi areal transmigran berlangsung tanpa didahului penelitian mengenai keberadaan satwa liar setempat. Ketika pembangunan permukiman transmigran dan perkebunan sawit selesai, masyarakat baru mengetahui wilayah mereka merupakan ruang jelajah gajah sumatera.

Sejak itu konflik terus terjadi. Harapan baru para transmigran asal Jawa itu kandas. Tanaman sawit yang masih setinggi satu meter habis diinjak dan dicabuti kawanan gajah yang tengah melintas.

Petani menjagai kebun hampir setiap malam. Upaya pengusiran pun kerap mereka lakukan. Bahkan, sering kali mereka harus membakar kebun, dengan konsekuensi sejumlah tanaman hangus hanya supaya gajah takut dan segera meninggalkan kebun.

Saat ini sekitar 1.000 hektar tanaman sawit di Sekutur Jaya rusak dan tumbang. Iswahyudi, petani setempat, memperkirakan, dari 250 batang sawit yang dia tanam sejak tahun 1996, sekitar 130 batang telah rusak dan tumbang.

Kerusakan tanaman sawit milik Sri Mulyono mencapai 70 persen. Yang tersisa 90 batang, dari 230 batang yang ditanam.

Kekecewaan menyelubungi para petani. Mereka pun meninggalkan hamparan kebun yang masih kerap dikunjungi gajah. Kebun menganggur, sedangkan para petani menjadi buruh dodos sawit, buruh angkut hasil panen, atau buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sementara pemkab setempat dinilai tidak benar-benar melindungi kepentingan masyarakat. Bupati menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Tebo mengenai penanganan konflik masyarakat dengan gajah sumatera. Dalam perda, pemerintah diwajibkan memberi ganti rugi atas kerusakan kebun masyarakat akibat konflik dengan gajah sumatera. Akan tetapi, sejak perda terbit setahun yang lalu, tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat. Upaya penanganan konflik tersebut juga tidak ada hingga saat ini.

Sepanjang tahun 2011, konflik antara gajah dan manusia di desa tersebut berlangsung hampir setiap hari pada Mei, Agustus, September, dan Oktober. Meningkatnya intensitas konflik disebabkan ruang jelajah gajah di hutan di bagian utara Desa Sekutur Jaya telah menjadi hutan tanaman industri. Selain pembukaan HTI, saat ini diperkirakan sudah 30.000 hektar hutan dirambah pendatang. ”Sejak hutan ini jadi HTI, banyak pencuri kayu dan perambah masuk. Mungkin itu membuat gajah semakin tidak betah dalam hutannya sehingga terus masuk ke kebun petani transmigran,” ujarnya.

Harapan baru

Awal tahun ini, para petani berembuk. Mereka sepakat berswadaya membangun pagar listrik bertegangan rendah. Dengan keberadaan pagar yang bakal mengelilingi seluruh hamparan kebun, tanaman sawit akan terlindungi dari gajah.

”Ini memberi harapan baru. Kami yakin kebun ini dapat pulih kembali dan menghasilkan,” ujar Sri Mulyono.

Salah satu lembaga swadaya masyarakat yang mengonservasi satwa liar Sumatera menyumbang kawat listrik hingga sepanjang 8 kilometer, lengkap dengan perangkat panel surya. Para petani juga berpartisipasi dengan menyumbang dana untuk membeli ribuan batang kayu sebagai tonggak. Mereka kemudian bergotong royong menebas semak menjadi jalur pagar listrik. Lalu memasang seluruh rangkaian pemagaran itu hingga tuntas.

”Pagar listrik ini tidak boleh terkena ranting dan semak, akan memengaruhi dayanya,” ujar Tauhid, anggota staf Frankfurt Zoological Society, yang selama ini mendampingi masyarakat

Menurut Tauhid, pagar listrik menghasilkan tegangan tertinggi 12.000 volt. Jika gajah atau satwa liar lain menyentuh pagar, mereka memang akan tersengat. Namun, sengatan listrik tidak sampai mengakibatkan satwa tewas. Gajah hanya akan terpental atau kaget. Melalui keberadaan pagar, kebun sawit aman, tanpa menewaskan gajah.

Inisiatif masyarakat membangun pagar listrik bertegangan rendah merupakan pertama kalinya di Jambi. Sebelum itu, masyarakat di wilayah Air Itam Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, memasang listrik bertegangan tinggi untuk menghindari masuknya satwa hama ke perkebunan sawit. Namun, pagar listrik bertegangan tinggi ini berakibat fatal. Dua harimau sumatera dan sejumlah satwa lainnya tewas tersengat.

Pihaknya mengingatkan kelompok masyarakat di daerah lain agar menangani konflik dengan satwa liar secara aman dan bijaksana. Pagar listrik bertegangan rendah seperti yang digagas petani Sekutur Jaya tidak mencelakakan satwa, tetapi juga berfungsi menyelamatkan tanamannya dari kerusakan. ”Upaya mereka menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lain dalam menangani konflik manusia dan satwa,” kata Tri Siswo Rahardjo, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi.

Saat ini, petani mulai bergiat membersihkan kembali semak belukar yang menutupi hamparan kebun sawit di Sekutur Jaya. Masyarakat menyadari, hidup dalam ruang jelajah gajah berarti siap hidup berdampingan dengan satwa liar tersebut.

Kompas, 16 Desember 2011

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/16/03130617/jalan.damai.masyarakat-gajah

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s