1.510 Kayu Ilegal Disita

APP Dituding Rambah Hutan Margasatwa Senepis

Pontianak, Kompas – Sebanyak 1.510 batang kayu olahan tanpa izin diamankan Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kayu yang diangkut Kapal Motor Lintas Samudera itu diduga hasil pembalakan liar di pedalaman Kubu Raya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar, Rabu (14/12), mengatakan, KM Lintas Samudera ditangkap di Gang Limbung, Sungai Raya, Selasa pukul 23.30. ”Polisi menetapkan nakhoda kapal berinisial Gun menjadi tersangka dan meminta keterangan tiga anak buah kapal,” ujar Mukson.

KM Lintas Samudera ditangkap kapal patroli Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar saat melintas di Sungai Kapuas dari arah Sukalanting, Kubu Raya, menuju Pontianak. ”Setelah kapal dihentikan, polisi memeriksa kelengkapan dokumen pengangkutan kayu. Nakhoda tidak bisa menunjukkan satu pun dokumen pengangkutan kayu itu,” kata Mukson.

KM Lintas Samudera dan barang bukti kayu olahan itu kemudian ditarik dan disandarkan di pelabuhan Markas Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar. ”Nakhoda mengaku kayu berjenis meranti dan mabang itu milik Kasdi, warga Pontianak. Polisi masih akan terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini,” tutur Mukson. Polisi akan menjerat tersangka menggunakan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Akhir November lalu, operasi gabungan antara Bareskim Polri dan Polda Kalbar mengungkap pembalakan di delapan tempat. Saat itu diamankan 6.338 batang kayu bulat.

Pengamat kehutanan Kalbar, Soenarno, mengatakan, pelaku pembalakan liar masih pemain lama. ”Bisnis kayu ilegal itu melibatkan jaringan, tak bisa hanya satu orang. Kasus-kasus yang terungkap masih melibatkan orang-orang lama di belakangnya. Agak sulit pemain baru masuk dalam bisnis itu,” ujarnya.

Menebang kayu

Di Pekanbaru, Asian Pulp and Paper (APP) dari kelompok Sinar Mas, dituding menebang kayu alam di kawasan hutan Suaka Margasatwa Senepis, Riau, yang merupakan kawasan konservasi satwa langka, khususnya harimau sumatera. Tudingan itu disampaikan kelompok Eye on Forest (EoF), gabungan lembaga swadaya masyarakat pemerhati lingkungan, seperti Wahana Lingkungan Hidup Riau, WWF Riau, dan Jikalahari (Jaringan Penyelamat Hutan Riau).

”Temuan kami di lapangan membuktikan APP menebang hutan alam di kawasan konservasi harimau,” kata Hariansyah Usman dari Walhi Riau, Rabu.

Juru bicara APP di Riau, Nurul Huda, mengungkapkan, tudingan dari EoF tidak benar. Menurut dia, APP atau Sinar Mas justru senantiasa berkomitmen menjaga kawasan konservasi Senepis untuk dipertahankan sesuai dengan habitat aslinya.

Dia justru meminta EoF untuk menunjukkan data lapangan yang ditudingkan kepada perusahaannya. ”Bila perlu dilakukan penelitian independen untuk membuktikan tekad perusahaannya menjaga kawasan konservasi,” ujarnya. (AHA/SAH)

Kompas, 15 Desember 2011

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/15/02561346/1.510.kayu.ilegal.disita.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s