Stop HTI di Jambi

Irma Tambunan | Marcus Suprihadi | Senin, 12 Desember 2011 | 11:52 WIB

JAMBI, KOMPAS.com- Penolakan atas rencana pembukaan hutan tanaman industri seluas 32.680 hektar di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, Jambi, terus mencuat. Masyarakat ingin mempertahankan hutan tersisa untuk mereka kelola secara berkelanjutan.

“Rencana pengrusakan hutan dengan membuka HTI harus distop, karena kami tidak ingin mengalami bencana lingkungan ke depannya,” ujar Ramdan, Kepala Desa Pulau Aro, Tabir Ulu, Merangin, Senin (12/12/2011).

Menurut Ramdan, penolakan terus bergulir dari semula ada 13 desa, kini menjadi 19 desa pada 4 kecamatan di Kabupaten Merangin. Menurut Ramdan, hutan yang tengah diajukan PT Hijau Arta Nusa untuk HTI kayu sengon telah lebih dahulu dikelola masyarakat secara arif.

Masyarakat menanami karet alam, dan mempertahankan beragam jenis tanaman lainnya. Apabila hutan ini dijadikan sebagai areal konsesi HTI, akan muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan. Terlebih lagi, berdasarkan dokumen AMDAL tidak ada ganti rugi terhadap perkebunan masyarakat yang berada dalam konsesi tersebut.

Perubahan fungsi menjadi HTI, lanjut Ramdan, juga akan berdampak memunculkan bencana ekologis, mengingat lokasi usulan berada pada area Sungai Mangkilam, yang secara topografi sangat curam dengan vegetasi kayu cukup tinggi dengan berdiameter di atas 60 centimeter.

http://regional.kompas.com/read/2011/12/12/1152526/Stop.HTI.di.Jambi.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s