TAMAN NASIONAL

Rusak, 98.000 Hektar Lahan di Tanjung Puting

Kotawaringin Barat, Kompas – Luas lahan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, yang harus direhabilitasi mencapai 98.000 hektar. Kerusakan lahan itu antara lain disebabkan kebakaran hutan, bekas pembalakan liar, dan penambangan.

Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Gunung W Sinaga, di Kotawaringin Barat, Minggu (11/12), mengatakan, lahan yang rusak sekitar 20 persen dari total luas TNTP sekitar 415.000 hektar (ha). Namun, proses rehabilitasi lahan berjalan sangat lamban. Sejak 2003 hingga saat ini baru sekitar 6.000 ha lahan yang direhabilitasi.

”Bisa dibayangkan berapa lama rehabilitasi lahan rusak itu selesai. Rehabilitasi pun dilakukan secara sporadis,” ujarnya.

Di lahan TNTP yang termasuk wilayah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Kahayan di Kotawaringin Barat misalnya, masih terlihat sejumlah pepohonan yang hangus karena terbakar pada musim kemarau lalu. Beberapa batang pohon yang sudah tumbang berserakan dengan warna kehitaman. Di tempat lain, terlihat lahan gersang yang perlu direklamasi.

Karena itu, Gunung meminta masyarakat untuk tidak merusak lahan TNTP agar keragaman hayati di taman nasional itu dapat dijaga. Jika lahan terus dirusak, kehidupan liar akan terganggu, termasuk satwa yang hidup di TNTP, seperti beruang madu, orangutan, dan rusa.

”Kami sudah menyampaikan permintaan ke Kementerian Kehutanan agar rehabilitasi dan reklamasi bisa dilakukan,” tuturnya. Soal pembalakan liar, dijelaskan Gunung, sudah mereda sejak 2001, namun bekas kerusakannya masih terlihat.

Gunung menjelaskan, sebagai upaya mengurangi persoalan kerusakan lahan, rehabilitasi telah dilakukan dengan melibatkan Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung dan masyarakat sekitar. Lahan yang direhabilitasi seluas 2.750 ha.

Menurut Komandan Korem 102/Panju Panjung Kolonel Sukoso Maksum, jumlah pohon yang ditanam untuk rehabilitasi lahan di TNTP 400.000 bibit. Pohon-pohon yang ditanam terdiri dari pulai, obar, jelutung, belangeran, gaharu, betapai, laban, papung, dan medang. Sebanyak 200 warga lokal dan 30 personel TNI melakukan penanaman tersebut sejak September hingga awal Desember 2011.

Dana yang disediakan untuk penanaman sangat besar, mencapai Rp 6 miliar. Anggaran itu disalurkan Kementerian Kehutanan melalui program Rehabilitasi Kawasan Hutan Konservasi Kalteng Tahun 2011. Sukoso telah meninjau lahan yang direhabilitasi untuk mengecek realisasi penanaman. Kepala BP DAS Kahayan Eko Gathut mengatakan, kondisi DAS di Kalteng umumnya baik dengan tutupan lahan cukup tinggi di wilayah hulu.

Di Provinsi Jambi, masyarakat pada 19 desa di Kabupaten Merangin, menolak perizinan hutan tanaman industri pada kawasan hutan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat. (ITA/BAY)

Kompas, 12 Desember 2011

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/12/04582760/rusak.98.000.hektar.lahan.di.tanjung.puting

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s