RUU Pengadaan Lahan Hambat Proyek Infrastruktur

SATURDAY, 10 DECEMBER 2011

JAKARTA – Kalangan investor infrastruktur menilai Rancangan Undang-Undang Pengadaan Lahan tak memberi kepastian usaha. Alasannya, penyelesaian ganti rugi lahan sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

“Ini keputusan yang tidak menguntungkan dalam bisnis, karena proses pembebasan lahan akan memakan waktu terlalu lama,” kata Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia Sudharto kemarin.

RUU Pengadaan Lahan rencananya disahkan menjadi undang-undang dalam waktu dekat. Namun kalangan investor infrastruktur menilai masih ada ganjalan terkait dengan proses pembebasan lahan, khususnya pasal 26.

Pasal itu mengatur pihak yang berhak menerima ganti kerugian berdasarkan hasil musyawarah atau putusan Pengadilan Negeri. Usulan dari pemerintah meminta proses penyelesaian sengketa ganti rugi pembebasan lahan tuntas di tingkat pengadilan negeri. Putusan yang dikeluarkan bersifat final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi upaya banding.

Namun usulan pemerintah ini berubah. Pemerintah dan Dewan akhirnya menyepakati, pemilik lahan bisa mengajukan memori banding ke pengadilan tinggi maupun kasasi ke Mahkamah Agung bila tidak puas atas putusan ganti rugi lahan di pengadilan negeri.

Seharusnya belied tersebut bisa mempercepat proses pengadaan lahan untuk proyek infrastruktur. Proses hukum sampai ke tingkat kasasi, kata dia, sangat tidak menguntungkan dari sisi bisnis. “Karena tidak dibatasi jangka waktunya.”

Sebaliknya, kata Sudharto, jika ada batas waktu dalam proses sengketa ganti rugi sampai ke kasasi pun tak masalah. Untuk itu, perlu ada kepastian waktu dari proses sengketa pembebasan lahan. “Sehingga investor tahu batas maksimum perkara bisa diputuskan.”

Proses yang memakan waktu terlalu lama, dia melanjutkan, tentunya akan membuat nilai suatu investasi semakin bertambah. Sebab, selama proses hukum berlangsung, akan ada perubahan harga tanah. “Dan suku bunga.”

Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Achmad Ghani Gazali. Menurut dia, akibat disepakatinya pasal 26, proses pembangunan jalan tol semakin lama. Negosiasi pembebasan lahan tidak akan jadi masalah kalau pemilik lahan memiliki dokumen legal tanah yang disengketakan.

“Hanya perlu pengaturan saja berupa negosiasi untuk menentukan ganti rugi yang akan berpengaruh pada nilai investasi pembangunan infrastruktur tersebut,” katanya.

Untuk itu, dia berharap ada peraturan turunan yang mengatur batas waktu proses sengketa, baik di pengadilan tinggi maupun Mahkamah Agung. “Entah diatur dalam peraturan pemerintah maupun peraturan presiden,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jalan Tol Indonesia Fatchur Rochman menyayangkan keputusan akhir tersebut. Alasannya, keputusan pembebasan lahan yang mencapai tingkat kasasi di Mahkamah Agung akan membuat banyak waktu yang terbuang begitu saja. “Seharusnya sengketa ganti rugi lahan yang diajukan pemilik lahan hanya sampai final di pengadilan saja, sehingga tidak bisa mengajukan banding lagi,” ujarnya.

Keputusan pembebasan lahan yang hingga ke Mahkamah Agung akan mempengaruhi nilai investasi dan waktu pembangunan. Dampaknya, kata dia, percepatan infrastruktur melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia tidak tercapai. “Ini akan mempengaruhi perekonomian, sehingga Indonesia akan kalah bersaing dengan luar negeri.”

Sebelumnya, Deputi Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian Lucky Eko Wuryanto mengatakan, Undang-Undang Pengadaan Lahan akan mempercepat proyek infrastruktur pemerintah. Tak hanya itu, proyek kemitraan antara pemerintah dan swasta bakal dikebut. Sebab, terhambatnya berbagai proyek infrastruktur karena tidak ada payung hukum untuk pengadaan lahan. | ALI NY | ROSALINA


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s