ALIH FUNGSI LAHAN

Sawit Ancam Hutan dan Pangan Bengkulu

Bengkulu, Kompas – Kelestarian hutan dan ketersediaan pangan di Bengkulu terancam oleh maraknya alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Jika tidak diatasi, hal ini dikhawatirkan jadi persoalan di kemudian hari.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Prof Zainal Muktamar PhD ketika membuka Seminar Identifikasi Peluang dan Tantangan Sektor Kehutanan Bengkulu dalam Kerja Sama Kehutanan ASEAN di Bengkulu, Selasa (6/12).

Zainal mengatakan, perkebunan kelapa sawit mungkin menguntungkan bagi petani. Itu sebabnya minat petani menanam sawit tinggi. Selain kebun, tidak sedikit juga petani yang menanami sawah mereka dengan kelapa sawit.

Sementara di saat bersamaan pertumbuhan penduduk membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan pangan. Karena lahan sawah sudah beralih fungsi maka produksi pangan menurun dan dikhawatirkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang ada.

”Penduduk yang terus bertambah dan minat menanam sawit yang tinggi akan menekan kawasan hutan. Padahal, kelestarian hutan dan ketersediaan pangan penting bagi kelangsungan hidup manusia,” kata Zainal.

Data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menunjukkan, kawasan konservasi pun tidak luput dari perambahan yang kemudian ditanami kelapa sawit. Misalnya, di Taman Buru Semidang Bukti Kabu di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah (1.534 hektar), dan Taman Wisata Alam Lubuk Tapi (2,5 hektar) di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Suid Sofyan, menambahkan, di Kabupaten Bengkulu Utara Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lebong Kandis seluas sekitar 12.000 hektar juga telah dirambah dan ditanami sawit oleh ratusan keluarga.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Bengkulu, laju pertumbuhan areal sawit di Bengkulu mencapai rata-rata 15,94 persen per tahun. Luas lahan sawit perkebunan rakyat saja kini mencapai 180.330 hektar.

Suid Sofyan menyatakan, melalui program hutan kemasyarakatan atau HKM, pemerintah berharap laju kerusakan hutan bisa ditahan dan masyarakat mendapat manfaat ekonomi dari hutan. Namun, di lapangan bukan perkara mudah untuk mendapatkan lahan. (ADH)

Kompas, 8 Desember 2011

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/08/04502469/sawit.ancam.hutan.dan.pangan.bengkulu

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s