Perambahan Ancam Suaka Margasatwa Rimbang Baling

Selasa, 06 Desember 2011 07:45 WIB
 MI/Rudi Kurniawansyah/ip

PEKANBARU–MICOM: Perambahan hutan di kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling merupakan ancaman langsung terhadap satu kunci ekosistem di seluruh Sumatra.Demikian penegasan Animal Expert Worldwide Wildlife Fund (WWF) Riau Program, Sunarto di Pekanbaru, Senin (5/11). “Rimbang Baling adalah kawasan penyambung seluruh ekosistem yang ada di Pulau Sumatra,” katanya.

Dari catatan, Rimbang Baling ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa (SM) melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor 149/V/1982.  Kawasan itu memiliki luas 136.000 hektare, dengan tingkat keanekaragaman ekosistem yang sangat tinggi.

Berbagai macam vegetasi ditemukan mengisi bentang dan kontur alam yang variatif, dan tepat berada di antara jajaran Bukit Barisan sekaligus ekosistem gambut Giam Siak Kecil.

Sunarto mengambil contoh, jika keluarga kucing unik dijadikan sebagai ukuran, kawasan Rimbang Baling menunjukkan kompleksitas yang tinggi dan dikatakan sebagai kawasan paling kaya keragaman hayatinya.

Ia memaparkan, berbagai macam mamalia mendiami kawasan hutan yang memiliki lansekap mulai dari dataran tinggi hingga rendah ini. Dikatakan Sunarto, sedikitnya 170 jenis burung dan 50 jenis mamalia berbagai ukuran.

“Tapir, rusa, kukang, siamang, beruang madu sampai harimau mendiami daerah itu,” kata Doktor lulusan Virgia Tech, Amerika Serikat ini.

Selain potensi ekologis, lanjutnya, Rimbang Baling memiliki peran penting dan berdampak langsung pada masyarakat, karena kawasan itu merupakan penopang air Sungai Kampar. “Beberapa sungai besar yang menopang hidup masyarakat berhulu di sana,” jelas Sunarto.

Ironisnya, menurutnya, kawasan tersebut saat ini justru terancam kelangsungannya karena perambahan hutan dan konversi lahan.  “Kegiatan perkebunan, pertambangan emas, dan pemukiman terus merongrong Rimbang Baling,” tuturnya.

Bencana banjir yang baru-baru ini terjadi di Sungai Kampar (Jumat, 25/11 lalu, menewaskan dua warga), ditengarai oleh beberapa pihak sebagai akibat laju perusakan hutan di kawasan Rimbang Baling semakin tak terkendali. (Ant/OL-2)

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s