BUNTUT DISKUSI TANAH KERATON
George Aditjondro Dilaporkan ke Polisi

FRIDAY, 02 DECEMBER 2011

 

SLEMAN – Akademisi dan juga penulis buku Gurita Cikeas, George Junus Aditjondro, dilaporkan ke Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta karena dinilai melecehkan Keraton Yogyakarta kemarin. Pelapor adalah kelompok yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Yogyakarta. Menurut koordinator forum, Widihasto, mereka melaporkan George karena ucapannya dinilai sengaja mencemarkan nama baik Keraton Yogyakarta dengan mengatakan Keraton adalah akronim: kera ditonton.

Widihasto, yang dikenal aktivis penetapan Sultan sebagai gubernur DIY itu, mengatakan akronim itu diucapkan George dalam diskusi publik tentang Sultan Ground dan Pakualaman Ground di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Rabu lalu. “Sebagai masyarakat Yogyakarta yang merasa memiliki dan diayomi keraton kami ikut tersinggung dengan pernyataan George dalam diskusi itu,” kata bekas mahasiswa aktivis ini.

Sekitar 20 orang datang ke Markas Polda DIY di Jalan Lingkar Utara Yogyakarta pada pukul 09.30 WIB dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan keris. Mereka membawa poster berisi tudingan kepada dosen Program Pasca Sarjana Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta itu. Poster itu bertulisan “George kalau nggak senang di Jogja pindah saja dari Jogja”, dan juga “Siapa yang bayar kamu George?”.

Rombongan diterima Kapolda DIY Brigjen Tjuk Basuki. Dalam laporannya, forum itu menilai George melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan perbuatan tak menyenangkan. George diimbau minta maaf lewat media massa dalam batas waktu 2×24 jam sejak berkas acara dibuat polisi. “Jika dalam dua hari George tak memenuhi tuntutan itu, kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Jimmy Petrus, anggota forum.

Dalam diskusi itu, George mengatakan Sultan Ground dan Pakualaman Ground menjadi lahan bisnis dan kegiatan sosial bagi banyak anggota keluarga Sultan dan Pakualaman. Menurut Goerge, rencana tambang pasir besi di Kulon Progo menunjukkan besarnya ketergantungan bisnis keluarga keraton Yogyakarta pada tanah feodal. Padahal tanah itu sudah harus dihapus jika bangsawan keraton menghormati Undang-Undang Pokok Agraria 1960 yang sudah diterima Sultan Hamengku Buwono IX pada 24 September 1984.

Usai melapor ke polisi, empat anggota forum menuju Universitas Sanata Dharma, tempat George mengajar. Mereka menemui rektor untuk menginformasikan laporan mereka kepada polisi. “Kami tidak akan melakukan tindakan anarkis,” kata Widihasto.

Adapun George usai mengajar mengatakan diskusi itu adalah diskusi ilmiah dan resmi yang berlangsung santai. “Saya belum lihat notulen diskusi itu. Setiap kata kalau dikutip di luar konteks bisa berbeda. Bisa saja salah tafsir, sekarang yang bercanda dibikin serius dan sebaliknya. Ada banyak peserta dalam diskusi itu,” kata George kepadaTempo dan wartawan lain.

George mengatakan sama sekali tak relevan tudingan pelapor bahwa dia ditunggangi kepentingan tertentu untuk menggoyang Keraton. “Tak perlu ditanggapi kalau cuma dugaan. Banyak yang ada di belakang saya. Kalau saya bilang di belakang saya Tuhan Yesus gimana?” kata dia. George meminta forum yang melaporkannya bertanya kepada petani Kulon Progo tentang isi diskusi publik soal Sultan Ground dan Pakualaman Ground itu.

Sementara itu, adik tiri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Prabukusumo, mengatakan Keraton masih akan mendalami persoalan itu. “Kami sudah tahu semuanya. Ngarso Dalem (Sultan) juga sudah diberi tahu,” kata dia kepada Tempo. Menurut Prabu, Keraton tidak mengintervensi laporan Forum Masyarakat Yogyakarta. “Kalau ada masyarakat tersinggung dengan pernyataan yang menyinggung Keraton, itu hak mereka. Yang jelas tak ada aksi mendukung dari Keraton,” ujarnya.

Adapun Sultan mengaku tak tahu ada yang melaporkan George kepada polisi. Dia menyayangkan pernyataan George. “Mosok orang tua (George) tak bisa diteladani mulutnya,” ujar Sultan kemarin. Apakah Sultan sakit hati terhadap ucapan George? “Itu urusan saya.”PRIBADI WICAKSONO | ANANG ZAKARIA

http://www.korantempo.com

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s