LAHAN GAMBUT

Alternatif Kelistrikan

Beratnya beban subsidi sektor kelistrikan nasional kian mendesak pemerintah untuk segera memanfaatkan energi alternatif di luar minyak bumi. Sumber daya alam yang belum banyak tersentuh, seperti lahan gambut, menarik untuk dipertimbangkan sebagai salah satu sumber alternatif energi listrik.

Anggaran subsidi listrik tahun 2006-2011 rata-rata meningkat sebesar 14,1 persen. Kenaikan subsidi ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia. Sementara itu, Perusahaan Listrik Negara masih menggunakan minyak bumi sebagai salah satu energi pembangkit listrik.

Hingga tahun 2010, seperlima energi pembangkit listrik nasional bersumber dari bahan bakar minyak. Sisanya bersumber dari batubara (45 persen), gas, air, dan panas bumi. Biaya bahan bakar minyak untuk energi pembangkit listrik ini terhitung mahal, bisa mencapai empat kali biaya penggunaan batubara.

Di luar minyak masih ada sumber energi murah yang belum dikembangkan sebagai sumber baru pembangkit listrik. Gambut merupakan salah satu pilihan sumber energi baru yang potensinya besar. Mengacu pada publikasi Survey of Energy Resources tahun 2010 dari World Energy Council, luas lahan gambut di Indonesia mencapai 20,7 juta hektar dengan ketebalan 2-15 meter. Luas lahan gambut di Indonesia menempati urutan keempat terluas di dunia setelah Rusia seluas 139 juta hektar, Kanada seluas 111,3 juta hektar, dan Amerika Serikat dengan kawasan gambut seluas 62,5 juta hektar.

Gambut setebal 2 meter dengan luas 7.500 hektar bisa menghasilkan listrik 120 megawatt selama 20 tahun. Listrik yang dihasilkan itu berkisar seperlima dari konsumsi energi listrik per kapita pengguna listrik Indonesia. Selain itu, penggunaan gambut juga bisa menekan biaya energi listrik. Biaya listrik menggunakan energi bahan bakar minyak berkisar 20-30 sen dollar AS per kilowatt jam, sedangkan biaya listrik dari lahan gambut lebih kurang 4-5 sen dollar AS per kilowatt jam.

Idealnya, lahan gambut bisa dimanfaatkan sejauh memperhatikan aspek-aspek lain, seperti dampak lingkungan atau biaya investasinya. Untuk hal ini, kita bisa belajar dari sejumlah negara, seperti Finlandia, yang telah menerapkan lahan gambut sebagai sumber energi listrik. Negara itu telah membangkitkan energi listrik dari bahan bakar gambut setara 3.000 megawatt. Alternatif semacam ini perlu diupayakan lebih serius sebagai sumber energi baru kelistrikan nasional.(BIMA BASKARA/LITBANG KOMPAS)

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/02/02251518/alternatif.kelistrikan

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s