5 Paket Larangan Ekspor Rotan

Kemperin Dorong Pengembangan Industri Hilir

Jakarta, Kompas – Pemerintah mengeluarkan lima paket kebijakan secara bersamaan untuk melarang kegiatan ekspor rotan, baik dalam bentuk mentah, rotan asalan, maupun setengah jadi. Kebijakan ini diterbitkan untuk mendorong hilirisasi industri rotan.

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2011 secara tegas melarang ekspor rotan yang mencakup rotan asalan, rotan mentah, dan rotan setengah jadi. Kebijakan lain yang diterbitkan berupa Permendag Nomor 36 Tahun 2011 tentang pengangkutan rotan antarpulau dan Permendag Nomor 37 Tahun 2011 tentang barang yang disimpan di gudang dalam penyelenggaraan sistem resi gudang.

Kebijakan lain diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 90/M-IND/PER/11/2011 tentang perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 119/M-Ind/Per/10/2009 tentang peta jalan pengembangan kluster industri furnitur, terutama furnitur rotan, yang berlaku mulai 2 Januari 2012. Adapun kelestarian rotan didorong dengan penerbitan Peraturan Menteri Kehutanan tentang penetapan rencana produksi rotan lestari secara nasional periode tahun 2012, yang berasal dari pemanfaatan dan pemungutan hasil hutan bukan kayu rotan.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/12), menegaskan, ”Indonesia kerap dibilang memasok 80-90 persen rotan dunia. Kalau betul ada sebesar itu, pelarangan ekspor rotan akan menyebabkan tidak ada lagi rotan di seluruh dunia. Kita ingin mendukung hilirisasi industri untuk mengejar nilai tambah, mengembangkan kreativitas, dan desain produk rotan.”

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyusun gerakan bersama untuk meningkatkan penggunaan mebel rotan Indonesia di kantor instansi pemerintah, kantor swasta, dan sekolah-sekolah. Kementerian Perindustrian juga sudah melayangkan surat resmi kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemperin Benny Wahyudi mengatakan, ”Kemperin sangat menggebu-gebu dalam mendorong gerakan hilirisasi industri sehingga tidak terus-menerus puas dengan menjual produk mentah maupun setengah jadi.”

Protes

Dari Palu, Sulawesi Selatan, dilaporkan, buruh pekerja rotan dan perotan mengecam larangan ekspor rotan yang dikeluarkan Menteri Perdagangan.

Larangan ekspor rotan dinilai membuat mereka terancam kehilangan pendapatan. Seiring dengan berlakunya larangan ekspor yang akan efektif pada Januari nanti, sejumlah eksportir rotan mengambil ancang-ancang untuk beralih ke usaha lain.

Kecaman terkait larangan ekspor rotan ini disuarakan perwakilan pekerja rotan dan perotan dalam aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah dan DPRD Sulawesi Tengah. (OSA/REN)

http://cetak.kompas.com/read/2011/12/02/02255295/5.paket.larangan.ekspor.rotan

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s