Korupsi dan Tata Kelola Memicu Kerusakan Hutan

JAKARTA. KOMPAS – Korupsi dan tata kelola kehutanan yang buruk memicu tingginya deforestasi di Indonesia. Praktik korupsi sektor kehutanan dinilai terjadi dari hulu kebijakan hingga ranah pendapatan pajak. Belum bakunya peta hutan memperparah kondisi itu.

Laporan perusahaan pemetaan dan analisis risiko asal Inggris, Maplecroft, Kamis (24/11), menempatkan laju deforestasi atau kerusakan hutan di Indonesia pada peringkat kedua dunia di bawah Nigeria. Salah satu penyebabnya adalah korupsi dan kemiskinan.

Laporan Transparency International Indonesia (TII) tentang penilaian integritas tata kelola kehutanan Indonesia menunjukkan, ada korupsi di semua mata rantai kehutanan, mulai kebijakan, perizinan, pengelolaan/pemanfaatan hasil hutan, penegakan hukum, sertifikasi, kepemilikan lahan. hingga pendapatan negara dari pajak dan retribusi. Laporan ini berdasarkan pene-litian di Aceh. Riau. dan Papua.

Jumat lalu, Sekretaris Jenderal TII Teten Masduki mengatakan, ketiga wilayah dipilih karena punya luas hutan cukup besar.yakni 29 persen dari seluruh hutan Indonesia (94 juta hektar). Penelitian dengan asumsi ada hubungan jelas deforestasi dengan tingkat pembalakan liar dan korupsi.

“Memang ada relasinya. Tak ada tanda-tanda dalam waktu dekat ini korupsi di sektor kehutanan bisa diatasi,” katanya.

Biaya politik

Temuan lain, tata kelola kehutanan dibiarkan buruk karena menjadi sumber pembiayaan politik dan pendapatan ilegal pejabat daerah dan nasional. Suap modus paling umum.

Raflis dari Local Unit TII Riau mencontohkan, di sektor penegakan hukum, polisi sempat mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan terhadap 13 perusahaan di Riau yang menjadi tersangka pembalakan liar.

Di Aceh, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tetap mengeluarkan izin bagi perkebunan sawit di lahan gambut Rawa Tripa. “Padahal, lahan gambut sedalam 3 meter lebih tak boleh dijadikan perkebunan,” kala Ilham Sinambela dari Local Unit TII Aceh. Laju deforestasi Aceh mcncapai 23.000 hektar per tahun. (BIL)

Kompas, Senin 28 November 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s