“Tantangan dan Upaya Pembenahan Pengelolaan Hutan Yang Sistematis”

Pembenahan pengelolaan hutan bukan perkara yang mudah, semangat melakukan perubahan total pada sektor kehutanan telah dirasakan sejak bergulirnya reformasi. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, belum bisa menjawab keinginan terjadinya perubahan dalam pengelolaan kehutanan di Indonesia. Terbitnya TAP MPR/IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, telah memantapkan kembali sikap langkah pemerintah dalam melakukan pembenahan dalam aspek pengelolaan sumber daya alam di Indonesia termasuk sektor kehutanan. Namun demikian, komitmen tersebut terus melemah dan melenceng dari persoalan dasar yang ingin dijawab dari pembaharuan pengelolaan sumber daya hutan. Hal itu, ditandai dengan tingkat deforestasi yang terus meningkat sejak reformasi (1998) dan mencapai puncaknya pada periode tahun 2000 – 2004, yaitu sebesar 2,8 juta ha (Departemen Kehutanan, 2004). Selain itu, berdasarkan data yang terbaru laju deforestasi pada periode 2000-2009 adalah 1.515.892,66 Ha/tahun dengan luas deforestasi yang mencapai 15.158.926,59 Ha (periode 2000-2009) serta tutupan hutan (forest cover) Indonesia pada tahun 2009 yang hanya menyisakan sekitar 88.170.440,19 Ha (FWI, 2011). Hal tersebut sangat mengkhawatirkan, mengingat dampak yang ditimbulkan apabila deforestasi dan degradasi tersebut terus terjadi, ialah menurunnya potensi sumber daya hutan serta hilangnya kekayaan dan keanekaragaman hayati.

Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan deforestasi dan degradasi hutan, salah satunya adalah lemahnya kapasitas lembaga penyelenggara kehutanan, dimana hal tersebut menimbulkan adanya ketiadaan tanggung jawab untuk mengurus hutan di  tingkat tapak (lapangan), sehingga seringkali membuat Pemerintah seperti tidak berdaya dalam meninventarisir potensi dan kondisi riil sumber daya hutan di tingkat tapak. Akan tetapi tidak hanya itu, adanya sistem penilaian hasil hutan yang belum efektif dan efisien serta berbagai pungutan hasil hutan yang masih belum optimal, dimana kedua hal itu dibarengi dengan lemahnya penegakkan hukum terhadap berbagai pelanggaran di sektor kehutanan telah menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pembenahan pengelolaan hutan.

Oleh karena, perlu dilakukan suatu pembenahan yang menyeluruh dan sistematis, dari hulu hingga hilir terhadap semua aspek kehutanan. Manajemen kehutanan yang transparan, inklusif dan akuntabel serta koordinatif, diharapkan mampu menciptakan suatu “sense of belonging” yang tinggi atas hutan dari semua pemangku kepentingan (masyarakat, pengusaha dan pemerintah). Sehingga dalam menghadapi berbagai tantangan yang timbul, digunakan alternatif solusi yang konstruktif, berkeadilan dan berkelanjutan. Penilaian dan analisa berbasis indikator tata kelola pemerintahan yang baik menjadi salah satu jawabannya. Transparansi, partisipasi, akuntabilitas dan koordinasi pada akhirnya akan memperkecil kemungkinan berbagai penyelewengan yang terjadi dalam pengelolaan sumber daya hutan. Hasil dari penilaian dan analisa akan memudahkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendapatkan gambaran mengenai prioritas pembenahan tata kelola kehutanan. Jaringan masyarakat sipil untuk tata kelola kehutanan yang lebih baik, telah menginisiasi penilaian tersebut dan akan melakukan penilaian pada 5 (lima) daerah di Indonesia yang memiliki karakteristik berbeda. Diharapkan, dari hasil penilaian tersebut akan menjadi suatu kontribusi positif untuk mendorong perbaikan tata kelola kehutanan di Indonesia. Sehingga sumber daya hutan akan menjadi sumber daya yang bernilai tinggi dan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Tantangan dan Upaya Pembenahan Pengelolaan Hutan Yang Sistematis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s